mungkin judulnya segitiga kehidupanku

Waktu menunjukkan jam 1.43 dini hari di jam tanganku. jam pemberian Om aku.. sederhana sih tapi cukuplah buat aku belajar disiplin tentang waktu, walaupun kadang-kadang jam ini bisa buat jam karet ( anak medan pasti tau ini )
hmm... beralih ke jam kita lari lagi menuju kesibukan...kalo ngomongin yang satu ini aku tidak banyak menulis tapi yang jelas minggu ini aku sibuk banget, setiap orang punya kesibukan masing-masing dan itu urusan anybody orang.., yups..

sambil menulis kebingungan ini mulai muncul sebenaranya topik tulisan ini apa ya.. aku sendiri bingung..akh.. biarin....

medan..aku punya banyak cerita ( wew,. biarkan aku bercerita dulu tentang aku,medan dan kehidupanku) aku katakan ini dengan nama segita kehidupan. medan 10 tahun yang lalu aku bukanlah siapa-siapa, aku hanya seorang anak kecil dari kampung kota jambi yang perjalanannya membutuhkan 2 hari 3 malam untuk sampai di kampung tercinta yang diberi nama Sungai Raya. hm.. kembali kemedan 10 tahun yang lalu,.. awalnya ku percaya bahwa medan itu bukan kehidupanku, bukan tempatku harus belajar because ya seperti bocah yang baru datang dari kampung kekota ada rasa takut, was-was, hmm... kita lewati episode ini.(terlalu panjang dan harus diceritakan secara detail, cukup tau masa itu ketakutanku semakin menggebu) seiring perjalanan waktu, hal yang aku takuti terbalik,ku tak percaya pada diriku sendiri, knapa begitu takutnya waktu itu. belajar, bersosialisasi, berteman, mencari pengalaman.. sampai sekarang menjadi rutinitas yang wajib aku lakukan, terlebih oleh pikiran tentang kejamnya medan,menjadi begitu lembutnya medan menata hidup,pengalaman yang aku jalani.

ya.. medan..bukan kota kecil tapi juga bukanlah kota terbesar..siapa yang tak tau Medan..bahkan guru SD ku sendiri berasal dari Medan.( oiya saya lupa.. aku menjelajahi medan setelah tamat SD.)

itu aja dulu kawan...tentang aku, kehidupanku dan medan. masih panjang perjalanan untuk kita menulis..

I love medan..engkau ajarkan arti hidup yang damai didalam kota yang semakin berseteru.

Read More 0 Comment

Berani, kalah atau berani kalah

berani kalah untuk menang adalah lebih baik dari pada (merasa) menang tapi kalah

sebuah blog mengawali diriku untuk menuliskan beribu huruf,beratus kata,berpuluh kalimat,beberapa alinea dan hanya satu postingan.hehehe... kawan izinkan diriku untuk berbagi makna hidup tentang salah satu yang harus kita hadapi adalah berani kalah.saya ingin mengajak anda berada dimasa laluku yang sangat sedikit sedih tapi bahagianya banyak(syukur alhamdulillah) kawan.. ku masih ingat aku duduk dibangku kelas lima SD ketika seorang anak yang polos sambil mengamati indahnya hamparan laut... (heittttttttt... kok lari dari cerita)begini kawan waktu itu saya kelas lima(pasti udah tau,kan udah dibilangin hehehe..) kami sebagai anak desa pasti mengenal lingkungan lebih dekat dan belajar dari lingkungan. pada waktu kami lagi belajar Cerdas Cermat karena itu adalah pelajaran yang paling mengasyikan saat itu dari pada matematika. tiba-tiba pintu diketuk dan masuklah Pak Kepala Sekolah yang membawa berita bahwa akan diadakan lomba Baris Berbaris di kecamatan.setelah berita disampaikan maka kami berunding untuk beberapa menit sebelum melanjutkan belajar cerdas cermatnya.

setelah kesepakatan diterima antara kelas lima dan enam maka terkumpul dua tim dari sekolah kami masing-masing tim laki-laki dan perempuan. kita langsung ke hari H nya deh. setelah sebelumnya kita sudah melewati latihan-latihan,pengajaran-pengajaran dari kakak pembina kami sehingga kami siap bertanding untuk maju kemedan laga(wuii... kata-katanya tuh.kagak nahan).satu hari sebelum hari H kami diberi nasehat untuk kembali pulang kerumah masing-masing untuk persiapan besok,(persiapan fisik,mental,pakaian dan perlengkapan lain, dan tidur yang nyenyak,dan besoknya harus bangun jam 3 pagil angsung berkumpul di dermaga(tempat turun naiknya penumpang kapal laut,kawan pembaca,didesa saya itu daerah laut jadi untuk menuju ke kecamatan harus menempuh jalan laut dengan kapal laut kurang lebih 2 jam dari desaku ke kecamatan.kami berangkat,hujan dipagi itu mengguyur desaku dengan lebat,tapi itu bukan menjadi hambatan kami harus berhenti dan bermalasan.dengan udara dingin dipagi itu membuat aku menjadi menggigil begitu juga kawan-kawanku.setelah kurang lebih dua jam perjalanan kami sampai juga jam 6 pagi,ternyata bukan hanya di didesa kami diguyur hujan ternyata di kecamatan juga diguyur hujan.setelah persiapan semua sudah siap kami berkumpul di satu aula yang telah disediakan panitia kepada kami untuk mempersiapkan dari melewati medan laga.kawan pembaca,aku pada saat itu sangat kedinginan dan meminta balsem kepada pembina kami untuk menggosokan dibadan agar panas. emang dasar anak desa saya ambil banyak-banyak saya gosokan diperut ditangan dan dikaki, panasnya minta ampun saya usap lagi deh pake air hujan.hehehe
setelah siap semua tim berkumpul dilapangan untuk mengikuti upacara pembukaan.sekaligus pemberangkatan masing masing tim sesuai nomor antrian yang telah diberikan.

kawan kami tiba juga gilirannya dan berangkat, banyak sekali yang harus dilewati beberapa pos,halang rintang,pengujian skill,kekompakan kelompok,kerapian berbaris dan seraut muka yang bahagia.akhir selesai juga perjalanan kami.kami istirahat sambil makan dan menunggu pengumuman sekaligus upacara penutup.
pengumuman telah di kumandankan dan kami tidak mendapat juara apapun,tapi kami senang tim perempuan mendapatkan juara tiga dari puluhan tim.(sukur alhamdulillah) kami berphoto-fhoto berkenalan dengan tim lain. sampai jam 8 malam.jam 9 kami pulang kekampung dengan naik kapal laut yang sama. dan sampai dirumah.hatiku sangat senang sekali walaupun kami kalah. tetapi kami telah memenangkan suatu gelar pemberani kalah.
memang kami kalah pada saat itu,tapi kami telah memenangkan perjuangan dinginnya pagi,hembusan udara dingin,guyuran hujan,rintangan-rintangan saat lomba.semoga aku masih seperti yang dulu.berani menjadi seroang pemberani kalah?

berani kalah untuk menang adalah lebih baik dari pada menang tapi kalah
mari bersama kita bisa dan pasti bisa



dunia terlalu luas untuk berkreasi penuh semangat dan cinta

Read More 0 Comment

kata pengantar penenang hati

Terkadang untuk memulai sesuatu adalah sangat sulit, tetapi hal itu harus dilakukan. Disinilah kita harus melawan sesuatu tersebut yaitu musuh yang ada dalam diri kita sendiri. Banyak orang bahkan para publik figur sekalipun pernah merasakan satu hal ini. Sahabat maya mungkin juga pernah merasakan hal ini yaitu deman panggung..
Bagi saya..pribadi, hal ini terlalu sering saya dapatkan sehingga terkadang saya sendiri kurang percaya diri.dan akibatnya sangat fatal dan hasilnya tidak semaksimal mungkin
Tidak sampai disitu saja berapa banyak presenter-presenter, para pembicara, dan banyak lagi yang berhubungan langsung dengan orang banyak... saya yakin mereka itu pasti pernah merasakannya.
Bagi sahabat maya hal ini memang mungkin sulit untuk dihilangkan kalau kita tidak terbiasa..
saya punya suatu kata-kata yang memotivasi diri saya baru-baru ini sehinggat dapat menyemangati pikiran saya sehingga lebih segar, lebih berani... dan merasa tenang.. kata-kata ini saya sebut sebagai “iklan 60 detik saja

ini lah iklan 60 detik saja

“Ini dia orang hebat yang ingin sukses...~UGI~
anda calon orang sukses , Ugi majulah kau orang penting, benar-benar penting...
gi... anda pemikir besar mengenai segalannya
anda memiliki banyak kemampuan untuk melakukan pekerjaan nomor satu dan berkelas satu
jadi.. lakukanlah pekerjaan nomor satu
ugi anda percaya akan kebahagian kemajuan dan keberhasilan
jadi berbicaralah hanya tentang kebahagiaan
berbicaralah hanya tentang kemajuan
berbicaralah hanya tentang keberhasilan
anda memiliki banyak pendorong....
ugi.. banyak pendorong......jadi manfaatkan pendorong itu.
Tidak ada yang menghentikan anda, gi.. tak satupun....
gi.. anda antusias, biarkan antusias anda terlihat anda tampak baik,, dan anda merasa baik..., tetaplah begitu.
ugi... anda orang hebat kemarin dan anda akan menjadi lebih baik dan lebih hebat hari ini.
Sekarang maju terus,, ugi majuu terus.....”

Kalimat iklan 60 detik inilah yang selalu menemaniku ketika aku merasa putus asa.
Jangan pernah katakan masalah tak ada habisnya...akan ada titik terannya.

Read More 0 Comment

Copyright © ugi.
[TUTUP LAGI]
thanks....kawan....atas kunjungannya